Senin, 02 Juni 2014

TATA NIAGA

1. Pengertian dan Ruang Lingkup
Pada dasarnya keseluruhan aktivitas ekonomi dapat dikelompokkan kedalam tiga kelompok yaitu:
a.       Aktivitas Produksi
b.       Aktivitas Konsumsi
c.       Aktivitas Distribusi
Dari sini terbentuklah tiga sektor kegiatan ekonomi dan terjadi diseluruh kehidupan ekonomi.

 
 Disektor produksi, barang-barang dan jasa dihasilkan, disektor konsumsi barang-barang dan jasa dikonsumsi oleh para konsumen. Jarak antara kedua sektor sangat relative. Ada yang jauh dan ada yang dekat. Umumnya jarak fisik produksi dan konsumsi hasil pertanian/usahatani relatif cukup jauh, karena usahatani berada dipelosok desa yang membutuhkan areal yang cukup luas. Sebaliknya barang-barang industri justru diproduksi didekat-dekat kota besar. Termasuk sarana produksi pertanian seperti pupuk, pestisida,alat-alat dan mesin pertanian. Oleh sebab itu jarak ini harus “dijembatani” agar barang-barang dan jasa yang dibutuhkan oleh konsumen memenuhi azas yaitu tempat, jumlah, waktu, mutu, jenis dan pada tingkat harga yang layak dibayar konsumen. Sektor distribusilah yang merupakan “jembatan” penghubung tersebut. Sektor inilah yang “bertanggung jawab” memindahkan, mengalokasikan, mendayagunakan, menganekaragamkan barang-barang yang dihasilkan disektor produksi. Dan disektor inilah tataniaga berperan.
Istilah tata niaga sering juga disebut pemasaran yang bersumber dari kata marketing. Kegiatan tata niaga adalah sebagian dari kegiatan distribusi. Distribusi menimbulkan suatu kesan seolah-olah orang-orang yang bergerak didalam bagian ini bersifat statis, menunggu saja apa yang akan mereka peroleh dari produsen untuk dibagi-bagikan lagi kepada konsumen. Sedangkan marketing (tata niaga) sebaliknya bersifat dinamis karena tata niaga mencakup semua persiapan, perencanaan dan penelitian dari segala sesuatu yang bersangkutpaut dengan perpindahan, peralihan milik atas sesuatu barang atau jasa serta pelaksanaan perpindahan dan peralihan tersebut. Oleh sebab itu sering terjadi “perbedaan” penggunaan istilah dengan maksud yang sama.
Agar pengertian tata niaga itu semakin jelas berikut ini disajikan beberapa batasan-batasan (defenisi) yang diberikan oleh beberapa para ahli.
a.    American Marketing Assosiation, memberi batasan:
Marketing is the performance of business activities directed toward and incident to the flow of goods and services from producer to consumer or user
b.    Nystrum
Marketing includes all those activities involved in the flow of goods and services from producer to consumer
c.    Prof. Hansen
Marketing is the delivery of standard of living.
d.    Paul D. Converse, dkk.
1)      Marketing is the creation of time, place and possesion (ownership) utilities (penciptaan nilai-nilai guna atas waktu, tempat dan milik)
2)      Marketing moves goods from place, and effects changes in ownership by buying and selling them (menggerakkan barang-barang dari suatu tempat ketempat lain, dan mengakibatkan perobahan/perpindahan milik melalui jalan pembelian atau penjualan).
e.    Thomsen
Marketing of agricultural products is the study of agricultural marketing, then, comprises all of the operations, and agencies conducting them involved in the movement of farm produced foods and raw materials, and their derivatines such as textiles, from the farms to final consumer and the effects such operations on farmers, middlemen and consumers.

f.        Uhl and Kohl
Food marketing as the performance of al business activities involvel in the flow of food products and services from the point of initial agricultural production until they are in the hands of consumers.
Sedangkan beberapa batasan tata niaga (marketing) yang bersumber dari literatur dalam negeri adalah sebagai berikut:
a.    Panglaykim dan Hazil
Marketing adalah bagian daripada kegiatan usaha dan dengan mana kebutuhan manusia dapat dipenuhi, yakni dengan tukar menukar barang-barang dan jasa-jasa untuk sesuatu yang dianggap perlu dan berharga.
b.       Alex S. Nitisemito
Marketing adalah semua kegiatan aktivitas untuk memperlancar arus barang/jasa dari produsen kegiatan konsumen secara paling efisien dengan maksud untuk menciptakan permintaan efektif.
c.       Winardi
Marketing terdiri dari tindakan-tindakan yang menyebabkan berpindahnya hak milik atas benda-benda dan jasa-jasa dan yang menimbulkan distribusi fisik mereka.
Setelah menelaah batasan-batasan tata niaga yang telah diutarakan diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tata niaga atau marketing itu meliputi kegiatan-kegiatan yang sangat luas sekali, diantaranya: kegiatan pembelian (buying), kegiatan menjual (selling), kegiatan pembungkusan (packing), kegiatan pemindahan (transport), kelancaran arus barang dan jasa dan lain sebagainya. Atau dengan lebih singkat tataniaga itu adalah segala kegiatan yang bersangkut paut dengan semua aspek proses yang terletak diantara fase kegiatan sektor produksi barang-barang dan jasa-jasa sampai kegiatan sektor konsumen. Jadi, marketing ini merupakan sesuatu kegiatan moving process atau moving activities.
Akan tetapi dengan adanya kemajuan teknologi, baik dalam berproduksi, kelancaran komunikasi dan perhubungan, teknik pembungkusan, handling dan sebagainya, tidak mustahil akan merubah strategi dan kebijakan tata niaga, sehingga batasan-batasan tersebut di atas akan mengalami penyempurnaan atau perubahan secara dinamis pada masa-masa mendatang.

2.    Mengapa Tata Niaga Penting
a.       Tinjauan tata niaga dari berbagai aspek
Tata niaga dapat ditinjau dari berbagai segi.
1)      Tata niaga sebagai suatu proses
2)      Tata niaga sebagai suatu sistem
3)      Tata niaga sebagai suatu kegiatan ekonomis
4)      Tata niaga sebagai suatu kegiatan proses sosio-ekonomi
5)      Tata niaga sebagai suatu kegiatan usaha niaga (Business)
6)      Tata niaga sebagai suatu kegiatan unit perusahaan

1)       Tata niaga sebagai suatu proses menyoroti gerakan perpindahan barang-barang dan jasa-jasa dari sektor produsen kegiatan sektor konsumen serta segala kejadian dan perlakukan yang dialami oleh barang. Misalnya, jagung dari usahatani dijual petani, dibeli pedagang, diproses oleh pabrik, dijadikan tepung maizena, dipacking dalam kantong plastik, botol atau kaleng, dipetikan dan dikirim kedaerah lain atau eksport dan seterusnya.
2)      Tata niaga sebagai suatu sistem meliputi cara, model strategi penyampaian barang-barang dan jasa-jasa dari sektor produsen kegiatan sektor konsumen. Rangkaian dari proses penyampaian itu banyak variasinya, yang dipengaruhi oleh keadaan sosial budaya dan perekonomian masyarakat. Komponen-komponen yang bekerja atas suatu sistem tata niaga tertentu selalu berusaha mencapai tujuan masing-masing. Jadi suatu sistem tata niaga terdiri dari berbagai sistem ataupun sub sistem pengorganisasiannya. Misalnya suatu saluran tata niaga, atau suatu mata rantai tata niaga (channel of marketing) bisa terdiri dari satu atau beberapa lembaga tata niaga perantara. Dapat pula dengan memakai saluran tunggal (sole agent) atau koperasi.
3)      Tata niaga sebagai suatu kegiatan ekonomi. Sebagai aktivitas ekonomi peninjauan dari segi ini selalu menyoroti kegiatan yang produktif oleh sebab itu tinjauan dari segi ini, tata niaga dianggap atau dipandang sebagai bahagian dari kegiatan produksi, dalam arti kata yang luas.
4)      Tata niaga sebagai suatu kegiatan proses sosio-ekonomi.
5)      Masyarakat selalu “berobah” dalam arti kata berkembang sesuai dengan kemajuan-kemajuan jaman. Perkembangan teknologi akan membawa dampak (positif dan negatif) terhadap sosial, budaya, sosial-politik, sosial ekonomi, preferensi dan lain-lain. Spesialisasi misalnya akan merobah pola pembagian kerja dan lain-lain. Tuntutan sektor konsumen turut pula mengalami perobahan atau penyusuaian atas perubahan-perubahan tersebut, sehingga “jarak” antara sektor produsen kegiatan sektor konsumenpun menjadi semakin “jauh”, sehingga semakin besar dan penting pula peranan tata niaga. Timbullah badan-badan usaha (Perseroan Terbatas, Firma, CV, Koperasi, Assosiasi, dll) yang menspesialisasi diri dari berbagai profesinya dan didalam masyarakat terjadilah semacam pembagian peranan pihak swasta, perorangan, badan dan pemerintah.
6)      Tata niaga sebagai suatu kegiatan usaha niaga (business). Munculnya bentuk-bentuk spesialisasi menuntut penataan, pengorganisasian, pembiayaan, pengolahan, perencanaan, dll yang satu persatu menjadi komponen yang khusus. Badan-badan yang bergerak dalam bidang niaga diarahkan dan dikontrol para manajer untuk mengendalikan perusahaannya. Sebagian dari unit perusahaan itu memerlukan kegiatan tata niaga bersama-sama dengan kegiatan produksi. Misalnya PND/PTP ada biro atau bagian pemasaran bersama.
7)      Tata niaga sebagai suatu kegiatan unit perusahaan.
8)      Sebagai salah satu bagian dari unit perusahaan tata niaga sifatnya operasional. Dalam pelaksanaan operasional ini, kegiatan tata niaga diorganisasikan dalam berbagai unit yang lebih kecil yang mengkhususkan diri, seperti bagian iklan, langganan, penjualan, pergudangan, penelitian pasar, pengembangan, dll.

 b. Tata Niaga adalah kegiatan Produktif
Dalam teori ekonomi lama ada pendapat mengatakan bahwa kegiatan dalam perusahaan yang produktif hanyalah dalam sektor produksi saja. Misalnya menanam padi, beternak, dan lain-lain. Kemajuan peradaban, teknologi dan perkembangan ekonomi telah merobah pandangan tersebut yaitu bahwa setiap usaha yang dapat memberikan faedah atau guna (utility) adalah sesuatu yang juga termasuk kegiatan yang produktif. Beberapa ahli ekonomi menggambarkan produksi itu sebagai penciptaan nilai guna (utility), yaitu proses bagaimana membuat barang dan jasa bermanfaat. Proses penciptaan nilai guna tersebut merupakan kegiatan productive, yang selanjutnya dapat digolongkan ke dalam: (a) place utility (kegunaan karena tempat), (b) form utility (kegunaan karena bentuk), (c) possesion/ ownership utility (kegunaan karena milik) dan, (d) time utility (kegunaan karena waktu).
Kegiatan tata niaga umumnya kebanyakan berorientasi dengan utility tersebut. Sebagai contoh, pohon-pohon kayu di hutan belantara secara ekonomis tidak punya nilai guna, akan tetapi bila ditebang dan diangkat ke kampung paling sedikit bernilai guna untuk bahan bakar (Place Utility). Jelas dalam hal ini ada korban (input) kegiatan desa (paling sedikit tebang). Bila kayu balok tadi dipotong dan dijadikan papan atau beroti (perobahan bentuk), maka faedah kegunaan semakin ditingkatkan (Form Utility). Bila dilanjutkan lagi papan diolah menjadi lemari, meja dan lain-lain. Perubahan bentuk ini semakin memberi nilai kegunaan yang lebih tinggi. Para tukang pembuat lemari, meja
dan lain-lain, akan menjualnya kepada konsumen (karena dibutuhkan) yang memberikan kepuasan (faedah) atau kegunaan baginya. Maka terjadilah peralihan pemilikan (Possesion Utility) atau (Ownership Utility) melalui proses jual beli. Barang-barang dan jasa selalu dibutuhkan pada waktu-waktu tertentu. Jadi barang harus tersedia setiap saat dibutuhkan oleh konsumennya (kegunaan waktu (time utility). Kegiatan menyimpan barang, misalnya pada saat panen harganya turun dan pada waktu paceklik dijual, termasuk dalam kegunaan waktu (Time Utility). Dengan penjelasan melalui contoh diatas, maka dapat diambil kesimpulan bahwa tata niaga itu adalah kegiatan yang produktif.
Bertitik tolak dari tinjauan tata niaga dari aspek kegunaan maka defenisi tata niaga adalah “segala kegiatan manusia yang berhubungan dengan penciptaan nilai guna dari barang-barang dan jasa-jasa”.
Alex Nitisemito menggambarkan arti pentingnya tata niaga sebagai berikut: “tidak ada suatu perusahaan yang mampu bertahan bilamana perusahaan tersebut tidak mampu memasarkan/menjual barang-barang dan jasa-jasa yang dihasilkannya. Oleh karena itu bilamana suatu perusahaan dimisalkan sebagai tubuh manusia maka kegiatan tata niaga itu dapatlah dimisalkan sebagai kegiatan jantung manusia. Apabila jantung terganggu maka seluruh tubuh juga akan terganggu dan apabila “jantung” berhenti, maka matilah perusahaan tersebut. Disamping pendapat yang menyatakan tata niaga produktif ada pula pendapat menyatakan tata niaga tidak produktif. Pendapat ini diajukan dengan latar belakang kehidupan Robinson Cruses disuatu pulau. Sudah barang tentu dijaman ini fungsi pertukaran belum memainkan peranan.

3. Sejarah Singkat dan Perkembangan Tata Niaga
Sejak manusia mengenal pembagian kerja dalam masyarakat sehingga kelompok masyarakat hanya membuat suatu barang tertentu dimana dengan saling tukar menukar barang yang dihasilkan maka sebenarnya telah ada kegiatan marketing. Hanya saja kegiatan marketing tersebut masih dalam bentuk yang sangat sederhana.
Keadaan masyarakat lebih maju dan mulai mengenal mata uang sehingga untuk mendapatkan suatu barang tidak perlu lagi tukar menukar, tetapi dengan jalan membeli. Disini pembagian kerja lebih luas lagi dan tidak terikat oleh sekelompok masyarakat. Dengan demikian kegiatan marketingpun mengalami kemajuan sesuai dengan kemajuan dalam masyarakat.
Meskipun demikian pada saat tersebut kegiatan perusahaan lebih diarahkan pada kegiatan produksi atau dengan kata lain, perusahaan masih berorientasi pada bidang produksi daripada berorientasi pada pemasaran. Hal ini dapat kita maklumi karena hampir semua barang-barang yang diproduksikan dapat dijual habis, atau dengan kata lain pembeli mencari barang, yaitu kekuatan pasar ditangan penjual. Tetapi setelah timbulnya revolusi industri di Inggris dimana dalam bidang produksi telah ditemukan mesin-mesin yang lebih baik, sehingga dapat dilakukan produksi massal secara besar-besaran. Akibatnya perusahaan untuk dapat menjual barang-barangnya tidak cukup untuk pasar lokal saja, tetapi lebih luas daripada itu. Dengan demikian pemasaran meliputi seluruh negara bahkan, keluar dari batas negara. Dengan demikian masalah marketing menjadi lebih kompleks dengan kegiatan-kegiatannya menjadi lebih luas.
Dengan ditemukannya mesin-mesin yang lebih modern dan timbullah persaingan yang makin tajam maka keadaan pasar berubah dari seller’s market menjadi buyer’s market yaitu kekuatan pasar dipengaruhi pembeli. Dalam keadaan yang demikian maka masalah marketing menjadi lebih kompleks, sehingga perusahaan yang ingin maju dan berkembang harus merubah orientasinya dari bidang produksi kegiatan bidang pasar atau istilah yang terkenal market oriented. Disamping itu perusahaan tidak boleh bersifat pasif dalam memasarkan barang-barangnya artinya hanya menunggu langganan, tetapi harus bersifat aktif dalam mencari langganan.
Bagaimana dengan di Indonesia?, sebelum perang dunia kedua, dan beberapa tahun sesudah merdeka, yang mana komando pemerintah adalah politik dimana dicanangkan semboyang “berdikari”, maka untuk barang-barang tertentu masih bersifat seller’s market artinya pembeli mencari barang. Pada saat itu misalnya seseorang pedagang mendapat fasilitas dari perusahaan dagang negara untuk menjual barang-barangnya seperti tekstil, sabun dan sebagainya, maka dapat dipastikan bahwa perusahaan akan dapat untung besar. Hal ini disebabkan pemasaran barang tersebut tidak merupakan persoalan sehingga tanpa mengalami kesulitan pedagang tersebut akan dapat menjual seluruh barangnya dengan cepat.
Pada saat ini telah banyak masuk modal-modal asing kegiatan Indonesia baik dalam bentuk PMDN atau dalam bentuk join ventura dan masuk pula teknologi yang lebih maju maka keadaan perekonomian telah berubah. Apalagi keadaan ini tingkat persaingan juga makin tajam. Dalam keadaan yang demikian sifat pasar berobah dari seller’sektor market menjadi buyer’sektor market, yaitu penjual mencari pembeli.
Dengan demikian orientasi perusahaan berobah dari orientasi pada produksi menjadi orientasi pada pasar. Sehingga bagi perusahaan yang tidak berbuat demikian akan tenggelam. Maka serapan marketing disini makin kompleks, makin diperhatikan dan dianggap penting.

Referensi PDF : Tata Niaga Hasil Pertanian, Luhut Sihombing

Minggu, 08 September 2013

A Smile For To The Say '' HELLO ''



Ada satu hal yang selalu saya inginkan darinya itu adalah sebuah sapaan dan senyuman. Yah... hanya itu yang saya inginkan meskipun itu tidak pernah terjadi. Saya adalah seorang mahasiswi yang boleh dibilang kuper (kurang pergaulan) menurut orang-orang. Yah... itu karena saya “belum pernah pacaran”, ketika saya menulis hal tersebut, apakah kalian atau siapapun membaca ini akan percaya “saya yakin kalian pasti tidak akan mempercayai hal itu” bukan maksud saya untuk negative thinking pada kalian tapi hal itu sudah sering terjadi. Dulu ketika saya cerita kepada teman khususnya pada “cowok” bahwa saya belum pernah pacaran sampai 19 tahun, mereka tidak percaya atas apa yang saya katakan, tapi hal itu benar adanya.
Itu terjadi kira-kira semester 3, itu terjadi ketika rezeki “Tuhan” turun, dan juga memberikannya kepada saya, meskipun itu hanya rezeki kecil. Yah..Yang saya inginkan hanya ingin melihat orang itu tersenyum melihat... dan menyapa saya, tapi... hal tersebut tidak akan pernah terjadi sampai kapan pun meskipun keinginan itu dari lubuk hati saya yang paling dalam. Yah... orang itu, selalu membuat saya tersenyum ketika bertemu dengannya tapi... untuk mengharapkan senyuman balasan itu tak akan pernah terjadi sampai kapan pun. Bahkan untuk mengharapkan hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Saya takut untuk berharap terlalu tinggi karena saya takut untuk jatuh pula terlalu sakit. Hal itu terjadi ketika hujan sedang turun, kebetulan... saat itu saya duduk dikoridor yang tidak jauh dari pintu masuk fakultas, kulihat orang itu berjalan yang dengan sibuknya tidak memperhatikan orang-orang yang ada disekitarnya, orang itu hanya sibuk merapikan dirinya karena kehujanan, saat itu juga pertama kalinya saya melihat seseorang begitu “tampan”. Tapi... orang itu untuk berpaling saja tidak... hanya berjalan dan berjalan sampai berada di belokan hingga orang itu menghilang. Untuk pertama kalinya saya melihat ciptaan Tuhan yang begitu indah. Ketika hujan, hanya orang itu yang teringat pertama kali, entah kenapa hati saya ingin selalu mengingatnya, selalu membayangkannya, selalu mengharapkan senyumnya. Tapi... hal itu sangat mustahil. Entah kenapa... wajah orang itu selalu terbayang. Untuk pertama kalinya saya merasakan hal ini, untuk pertama kalinya saya merasa sakit yang tak tahu bagaimana untuk menghilangkannya. Saya selalu mengingat satu hal dari agama saya, bahwa jodoh yang ditakdirkan untuk kita akan muncul suatu hari nanti yang entah kapan bertemunya. Yah... jodoh itulah yang selalu membuat saya gelisah... ketika memikirkan hal itu membuat saya risih. Ada alasan yang membuat saya untuk memegang status ini, itu karena “orang tua” ia saya memang memegang status ini karena orang tua, mereka hanya menginginkan anak-anaknya sukses dan tidak terganggu oleh hal-hal yang tidak penting. Itulah alasan mengapa saya masih berstatus single hingga saat ini, tapi hal itu yang sangat yang saya syukuri karena saya masih sendiri hingga saat ini.
Entah kenapa... orang itu selalu muncul dan kadang bertemu tanpa sengaja, saya tidak tahu kenapa hal tersebut terjadi. Kadang saya berpikir apa betul setiap manusia terhubung dengan benang merah, entahlah saya tak tahu. Hari itu saya masih ingat dengan jelas, kamis...yah... itu adalah hari kamis, aku dan teman lainnya sedang mengerjakan tugas kuliah di perpustakaan fakultas, saya berada di tempat itu lama sekali... setiap waktu ada yang keluar ada pula yang masuk. Ketika... tiba-tiba orang itu muncul dan duduk jauh dari posisi saya tapi berada satu meja dengannya. Ingin sekali saya memandangnya lama, tapi... hal tersebut mustahil untuk terjadi sehingga yang saya lakukan hanya mencuri-curi pandang. Memang agak memalukan tapi saya tak punya daya untuk melakukan hal lain, selain itu. Memang... ada rasa bahagia ketika bertemu dengannya tanpa sengaja atau boleh dibilang kebetulan, tapi ada rasa yang jauh lebih sakit ketika dia pun tak mengenal saya, ataupun untuk menyukai saya. Rasanya sangat sakit... entah bagaimana rasa ini bisa muncul, entah bagaimana rasa ini makin berkembang,dan entah bagaimana orang itu selalu bertemu secara kebetulan. Yang membuat saya menyukai orang itu adalah dia selalu terlihat segar, terlihat sangat baik, dan terlihat sangat ramah. Kutuliskan ini untuknya. Kadang setiap orang telah terikat oleh sesuatu, itu adalah sebuah benang. Benang itu tidak bisa dilihat tidak pula dapat di sentuh tapi... benang itu hanya dapat di rasakan... banyak yang berusaha menyentuh maupun melihatnya tapi... lagi-lagi mereka gagal dan akhirnya mencoba untuk berhenti... tapi ketika berhenti tak diduga benangnya terlihat dan dapat di sentuh...saya takut jika hal itu terjadi maka saya hanya akan menghilang tanpa jejak... tanpa ada yang tahu... seperti sebuah gelembung... yang ketika terlihat akan sangat indah dan begitu cantik karena memancarkan berbagai warna pelangi, tapi ketika disentuh dengan seketika gelembung itu lenyap tanpa bekas.... Ini berlangsung terus menerus terkadang membuat saya risih sendiri, saya tidak tahu bagaimana menghilangkannya dari otak ini, bagaimana menghilangkannya dari hati ini, apa zaman seperti ini masih ada yang berkelakuan seperti saya, apa masih ada yang secara sembunyi-sembunyi mengamati seseorang, apa masih ada yang sama seperti saya yang terlalu tinggi untuk mengharapkan yang seharusnya tidak akan terjadi, apa masih ada yang seperti saya ingin memimpikan wajahnya muncul ketika tidur, apa masih ada orang yang secara tiba-tiba ingin melihatnya dan merindukannya, apakah saya pantas untuk berdampingan dengannya, apakah saya bisa suatu saat nanti bisa mempunyai pacar, apakah bisa...
Yah... itulah yang selalu saya tanyakan pada diri saya sendiri.. jika semua pertanyaan itu bisa terjawab maka satu hal yang dapat saya katakan “Terima Kasih”yah.. hanya terima kasih. Kadang saya ingin menarik diri dan menutupnya rapat-rapat dari lembar hidup saya. Saya ingin itu hanya sebuah kunjungan yang datang tanpa meninggalkan bekas, tanpa meninggalkan sesuatu... dan ketika dia pergi saya akan menutupnya... dan tidak membukanya lagi sampai kapan pun. Saya ingin pintu itu tidak akan pernah terbuka lagi dan terkunci untuk selamanya, tapi kata hati ini tidak bisa di atur sesuka hati. Yang mudahnya untuk di buka dan ditutup seperti pintu. Dan saya... tidak tahu cara menyelesaikannya...tidak tahu menutupnya... Setiap kali melihatnya pintu ini semakin terbuka...terbuka semakin lebar dan tidak tahu cara menutupnya sedikit demi sedikit... orang itu membuat hati saya semakin lama menjadi bertambah besar... yah... orang itu.. yang entah kapan saya bisa mengetahui namanya langsung dari mulutnya... yang entah kapan bisa berbicara dengannya, bisa menyapanya dengan senyum yang terbentuk di bibir ini. Orang itu... kapan bisa ku ketahui namanya dan bisa saling berbicara dengannya. Kapan Sebuah Sapaan Dan Senyuman itu akan terbalaskan........sekian.
Saya adalah seorang mahasiswi yang sedang menempuh Perguruan Tinggi, saya senang bisa berbagi cerita dengan “Pelangi Kata”. Saya berharap jika tulisan saya tidak bagus ataupun tidak sesuai dengan keinginan kalian, saya minta maaf. Tapi tolong hargailah, karena sebuah penghargaan akan melapangkan hati seseorang yang kalah...kembali pada profil saya. Kira-kira saya sudah berumur 19 tahun setiap hari saya selalu mendambakan kapan saya bisa menyalurkan hobi saya menulis... entah angin apa yang datang tiba-tiba saya kepikiran untuk mencari lomba menulis. Tanpa terduga saya menemukan lomba “Pelangi Kata” yang secara kebetulan mensyaratkan untuk “Curhat”. Meskipun ini curhat, saya berharap kalian jangan seperti saya... yang hanya bisa bersembunyi mengamati seseorang seperti penguntit. Ha...ha... sekian dari saya Pertanda “Uun Letari”. ^_^....^_^...