Minggu, 08 September 2013

A Smile For To The Say '' HELLO ''



Ada satu hal yang selalu saya inginkan darinya itu adalah sebuah sapaan dan senyuman. Yah... hanya itu yang saya inginkan meskipun itu tidak pernah terjadi. Saya adalah seorang mahasiswi yang boleh dibilang kuper (kurang pergaulan) menurut orang-orang. Yah... itu karena saya “belum pernah pacaran”, ketika saya menulis hal tersebut, apakah kalian atau siapapun membaca ini akan percaya “saya yakin kalian pasti tidak akan mempercayai hal itu” bukan maksud saya untuk negative thinking pada kalian tapi hal itu sudah sering terjadi. Dulu ketika saya cerita kepada teman khususnya pada “cowok” bahwa saya belum pernah pacaran sampai 19 tahun, mereka tidak percaya atas apa yang saya katakan, tapi hal itu benar adanya.
Itu terjadi kira-kira semester 3, itu terjadi ketika rezeki “Tuhan” turun, dan juga memberikannya kepada saya, meskipun itu hanya rezeki kecil. Yah..Yang saya inginkan hanya ingin melihat orang itu tersenyum melihat... dan menyapa saya, tapi... hal tersebut tidak akan pernah terjadi sampai kapan pun meskipun keinginan itu dari lubuk hati saya yang paling dalam. Yah... orang itu, selalu membuat saya tersenyum ketika bertemu dengannya tapi... untuk mengharapkan senyuman balasan itu tak akan pernah terjadi sampai kapan pun. Bahkan untuk mengharapkan hal tersebut tidak akan pernah terjadi. Saya takut untuk berharap terlalu tinggi karena saya takut untuk jatuh pula terlalu sakit. Hal itu terjadi ketika hujan sedang turun, kebetulan... saat itu saya duduk dikoridor yang tidak jauh dari pintu masuk fakultas, kulihat orang itu berjalan yang dengan sibuknya tidak memperhatikan orang-orang yang ada disekitarnya, orang itu hanya sibuk merapikan dirinya karena kehujanan, saat itu juga pertama kalinya saya melihat seseorang begitu “tampan”. Tapi... orang itu untuk berpaling saja tidak... hanya berjalan dan berjalan sampai berada di belokan hingga orang itu menghilang. Untuk pertama kalinya saya melihat ciptaan Tuhan yang begitu indah. Ketika hujan, hanya orang itu yang teringat pertama kali, entah kenapa hati saya ingin selalu mengingatnya, selalu membayangkannya, selalu mengharapkan senyumnya. Tapi... hal itu sangat mustahil. Entah kenapa... wajah orang itu selalu terbayang. Untuk pertama kalinya saya merasakan hal ini, untuk pertama kalinya saya merasa sakit yang tak tahu bagaimana untuk menghilangkannya. Saya selalu mengingat satu hal dari agama saya, bahwa jodoh yang ditakdirkan untuk kita akan muncul suatu hari nanti yang entah kapan bertemunya. Yah... jodoh itulah yang selalu membuat saya gelisah... ketika memikirkan hal itu membuat saya risih. Ada alasan yang membuat saya untuk memegang status ini, itu karena “orang tua” ia saya memang memegang status ini karena orang tua, mereka hanya menginginkan anak-anaknya sukses dan tidak terganggu oleh hal-hal yang tidak penting. Itulah alasan mengapa saya masih berstatus single hingga saat ini, tapi hal itu yang sangat yang saya syukuri karena saya masih sendiri hingga saat ini.
Entah kenapa... orang itu selalu muncul dan kadang bertemu tanpa sengaja, saya tidak tahu kenapa hal tersebut terjadi. Kadang saya berpikir apa betul setiap manusia terhubung dengan benang merah, entahlah saya tak tahu. Hari itu saya masih ingat dengan jelas, kamis...yah... itu adalah hari kamis, aku dan teman lainnya sedang mengerjakan tugas kuliah di perpustakaan fakultas, saya berada di tempat itu lama sekali... setiap waktu ada yang keluar ada pula yang masuk. Ketika... tiba-tiba orang itu muncul dan duduk jauh dari posisi saya tapi berada satu meja dengannya. Ingin sekali saya memandangnya lama, tapi... hal tersebut mustahil untuk terjadi sehingga yang saya lakukan hanya mencuri-curi pandang. Memang agak memalukan tapi saya tak punya daya untuk melakukan hal lain, selain itu. Memang... ada rasa bahagia ketika bertemu dengannya tanpa sengaja atau boleh dibilang kebetulan, tapi ada rasa yang jauh lebih sakit ketika dia pun tak mengenal saya, ataupun untuk menyukai saya. Rasanya sangat sakit... entah bagaimana rasa ini bisa muncul, entah bagaimana rasa ini makin berkembang,dan entah bagaimana orang itu selalu bertemu secara kebetulan. Yang membuat saya menyukai orang itu adalah dia selalu terlihat segar, terlihat sangat baik, dan terlihat sangat ramah. Kutuliskan ini untuknya. Kadang setiap orang telah terikat oleh sesuatu, itu adalah sebuah benang. Benang itu tidak bisa dilihat tidak pula dapat di sentuh tapi... benang itu hanya dapat di rasakan... banyak yang berusaha menyentuh maupun melihatnya tapi... lagi-lagi mereka gagal dan akhirnya mencoba untuk berhenti... tapi ketika berhenti tak diduga benangnya terlihat dan dapat di sentuh...saya takut jika hal itu terjadi maka saya hanya akan menghilang tanpa jejak... tanpa ada yang tahu... seperti sebuah gelembung... yang ketika terlihat akan sangat indah dan begitu cantik karena memancarkan berbagai warna pelangi, tapi ketika disentuh dengan seketika gelembung itu lenyap tanpa bekas.... Ini berlangsung terus menerus terkadang membuat saya risih sendiri, saya tidak tahu bagaimana menghilangkannya dari otak ini, bagaimana menghilangkannya dari hati ini, apa zaman seperti ini masih ada yang berkelakuan seperti saya, apa masih ada yang secara sembunyi-sembunyi mengamati seseorang, apa masih ada yang sama seperti saya yang terlalu tinggi untuk mengharapkan yang seharusnya tidak akan terjadi, apa masih ada yang seperti saya ingin memimpikan wajahnya muncul ketika tidur, apa masih ada orang yang secara tiba-tiba ingin melihatnya dan merindukannya, apakah saya pantas untuk berdampingan dengannya, apakah saya bisa suatu saat nanti bisa mempunyai pacar, apakah bisa...
Yah... itulah yang selalu saya tanyakan pada diri saya sendiri.. jika semua pertanyaan itu bisa terjawab maka satu hal yang dapat saya katakan “Terima Kasih”yah.. hanya terima kasih. Kadang saya ingin menarik diri dan menutupnya rapat-rapat dari lembar hidup saya. Saya ingin itu hanya sebuah kunjungan yang datang tanpa meninggalkan bekas, tanpa meninggalkan sesuatu... dan ketika dia pergi saya akan menutupnya... dan tidak membukanya lagi sampai kapan pun. Saya ingin pintu itu tidak akan pernah terbuka lagi dan terkunci untuk selamanya, tapi kata hati ini tidak bisa di atur sesuka hati. Yang mudahnya untuk di buka dan ditutup seperti pintu. Dan saya... tidak tahu cara menyelesaikannya...tidak tahu menutupnya... Setiap kali melihatnya pintu ini semakin terbuka...terbuka semakin lebar dan tidak tahu cara menutupnya sedikit demi sedikit... orang itu membuat hati saya semakin lama menjadi bertambah besar... yah... orang itu.. yang entah kapan saya bisa mengetahui namanya langsung dari mulutnya... yang entah kapan bisa berbicara dengannya, bisa menyapanya dengan senyum yang terbentuk di bibir ini. Orang itu... kapan bisa ku ketahui namanya dan bisa saling berbicara dengannya. Kapan Sebuah Sapaan Dan Senyuman itu akan terbalaskan........sekian.
Saya adalah seorang mahasiswi yang sedang menempuh Perguruan Tinggi, saya senang bisa berbagi cerita dengan “Pelangi Kata”. Saya berharap jika tulisan saya tidak bagus ataupun tidak sesuai dengan keinginan kalian, saya minta maaf. Tapi tolong hargailah, karena sebuah penghargaan akan melapangkan hati seseorang yang kalah...kembali pada profil saya. Kira-kira saya sudah berumur 19 tahun setiap hari saya selalu mendambakan kapan saya bisa menyalurkan hobi saya menulis... entah angin apa yang datang tiba-tiba saya kepikiran untuk mencari lomba menulis. Tanpa terduga saya menemukan lomba “Pelangi Kata” yang secara kebetulan mensyaratkan untuk “Curhat”. Meskipun ini curhat, saya berharap kalian jangan seperti saya... yang hanya bisa bersembunyi mengamati seseorang seperti penguntit. Ha...ha... sekian dari saya Pertanda “Uun Letari”. ^_^....^_^...